7KRsK7G91oLXEBZA2ut0yNwonDNjM5FjA4atcrOo

Tana Toraja, Torajaland



Sejarah Tana Toraja

Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten yang berada di  Provinsi  Sulawesi Selatan, Indonesia. dengan ibukota Makale,  Sebelum menggunakan kata TANA TORAJA, terlebih dahulu terkenal dengan nama “Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo” yang berarti  Negeri dengan bentuk pemerintahan dan kemasyarakatan yang merupakan satu kesatuan yang utuh/bulat bagaikan Bulan dan Matahari

elsqueen-wisata.co.id
Namun seiring berjalannya waktu kabupaten Tana Toraja dimekarkan menjadi dua kabupaten maka istilah ini mulai tergantikan dengan nama “TORAYA MAELO” namun bukan berarti tergantikan seutuhnya, ini lebih kepada agar masyarakat Tana Toraja maupun wisatawan/orang luar lebih mengenal karakteristik daerah Tana Toraja.

Arti Nama Tana Toraja

Ada beberapa pendapat mengenai arti kata TORAJA antara lain pendapat dari Bugis:
TO = Orang
RIAJA =DARI UTARA
TO RIAJA = Orang dari Utara namun ada pula yang berpendapat bahwa TO RIAJA berarti Orang Dari Barat,

Orang Sidendreng (Sidrap) menamakan penduduk Tana Toraja dengan sebutan “To Riaja” yang mengandung arti “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”.

Secara umum arti Tana Toraja lebih luas di kenal dengan kata “TORAJA” terdiri dari dua suku kata yaitu :
TO = Orang
Raja =  Bangsawan
TORAJA = Orang Bangsawan dan Tana berarti Negeri, kemudian nama asal suku Toraja dikenal dengan sebutan Tana Toraja.

Letak Tana Toraja


Tana Toraja terletak di wilayah bagian utara Sulawesi Selatan yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah. daerah Tana Toraja berbatasan dengan Kabupaten Luwu di sebelah Timur, Kabupaten Enrekang bagian Selatan, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Polewali, dan bagian utara berbetasan Propinsi Sulawesi Tengah.

Letak daerah Tana Toraja terbentang mulai dari KM 280 sampai dengan 355 Km dari ibu kota propinsi sulawesi selatan, Makassar. Luas wilayah Tana Toraja adalah 3.205,77 KM atau sekitar 5% dari luas Propinsi Sulawesi Selatan terletak antara 119-120 derajat BT dan 02-03derajat LS. Kondisi topdaerah ini terdiri atas pegunungan kurang lebih 40% dataran tinggi kurang lebih 20% dsataran rendah kurang lebih 38%, rawa-rawa dan sungai kurang lebih 2%. Tana Toraja berada di atas ketinggian antara 600m - 2800 m dari permukaan laut.


Pemekaran Tana Toraja


Tana Toraja terbagi menjadi dua Kabupaten

          Sebelum dimekarkan menjadi dua kabupaten ( Tana Toraja dan Toraja Utara) dulunya hanya ada satu kabupaten yaitu kabupaten Tana Toraja.  Pada tanggal 24 September 2002 DPRD Kabupaten Tana Toraja melaksanakan sidang Paripurna dan mengambil keputusan tentang Pemekaran Tana Toraja serta menetapkan melalui Surat Keputusan DPRD Nomor:11/KEP/DPRD/IX/2002. Kabupaten DPRD tersebut. (selengkapnya : http://www.torajautarakab.go.id/index.php/profil-daerah/sejarah)

Aspirasi awal pembentukan Kabupaten Toraja Utara, diwacanakan pertama kali oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan adanya aspirasi  yang  terus  berkembang  seiring  dengan  dinamika  masyarakat serta   adanya   dukungan   dan   keinginan   politik   pemerintah   Kabupaten   Tana   Toraja   dan dukungan  berbagai  pihak,  maka  melalui  proses  yang  panjang  akhirnya  pada  tanggal  21  Juli 2008  ditetapkan  UU  No.28  Tahun  2008  tentang  Pembentukan  Kabupaten  Toraja  Utara  di Provinsi  Sulawesi  Selatan maka pada tanggal 31 Agustus 2008 Kabupaten Toraja Utara Resmi Terbentuk, dengan  demikian  secara  administrasi  pemerintahan  wilayah  kab.  Tana  Toraja  terbagi  2 menjadi  Kabupaten  Tana  Toraja  sebagai  induk  dan  Kabupaten  Toraja  Utara  sebagai  daerah otonom  baru.

Dalam proses pemekaran Tana Toraja dan pembentukan kabupaten Toraja Utara tidaklah berjalan dengan mudah ada berbagai penolakan dari mahasiswa.  Unjuk rasa dilakuakan ratusan mahasiswa asal Kabupaten Tana Toraja di Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Makassar. Menurut Mahasiswa tindakan dewan yang menyetujui pemekaran Tana Toraja hanyalah tak lain sebagai bentuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, di daerah ini terdapat sebuah etnis budaya yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari provinsi ini secara keseluruhan.
Alasannya lain, masyarakat Toraja masih teguh mempertahankan adat “Misa Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate” yang artinya, “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” . Jika pemekaran ini tetap dilaksanakan dampaknya akan berakibat terkikisnya kebudayaan Toraja.

Itu dia sedikit sejarah tentang Tana Toraja, kami akan terus berusaha untuk update kedepannya mengenai Informasi seputar Tana Toraja dan Toraja Utara, semoga Toraja lebih dikenal luas masyarakat luar guna memperkenalkan
wisata yang ada di Toraja.
Terima kasih.


referensi :
https://tanatorajakab.go.id
http://www.torajautarakab.go.id/index.php/profil-daerah/sejarah https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tana_Toraja https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Toraja_Utara
https://www.torajaculture.id
http://toraja-update.blogspot.com
Related Posts
Tourraya.com
Wonderful Toraja

Related Posts

Posting Komentar